dengan angkuhnya ia berjalan. melenggang seperti menari. wajahnya tanpa ekspresi tetapi sejuk dihati. jemarinya lentik memegang seikat bunga. bunga krisan. ia melewati aula besar itu. aula itu merah. dindingnya, karpetnya, lantainya.. hanya ada kursi-kursi berwarna coklat dan bunga-bunga putih menghiasi ruangan itu. orang-orang yang duduk di ruangan itu menatapnya. entah terpesona, kaget atau sekedar ingin tau. siapa wanita itu.
didepan kotak kayu didepannya ia menggeram pelan. diketuknya kotak itu tiga kali. semua orang melihatnya dengan espresi aneh, seolah tengah melihat orang gila yang anggun sekali.
"huh, akhirnya kamu berakhir disini kan?" katanya tiba-tiba. lantang.
kemudian ia meletakkan bunga di genggaman jarinya ke atas kotak itu.
pergi. melepaskan mantel coklatnya, memperlihatkan bahwa ia tengah menggunakan gaun selutut, berwarna merah. mempesona, menarik, dan misterius. seperti darah. melepaskan gelungan rambutnya dan membiarkan rambutnya yang indah menari-nari oleh angin. ia pergi dengan tangisan di hatinya, bukan di wajahnya....
seri kedua dari note gue. yang ini agak aneh ya? kalian harus pintar-pintar ya bacanya, soalnya butuh imajinasi. makanya describe nya diperjelas. gue justru sukaaa banget sama note ini daripada yang pertama, soalnya ini tuh tentang wanita angkuh yang sebenernya dia tuh ga kayak gitu. dia juga perasa, walau keras kepala, seenggaknya dia bukan seorang keras hati bukan? dan ini sangat gue banget! haha, see you again yaa. peace, sekar
