Seorang gadis bermata perak dengan anggunnya berjalan ditepi tebing. Hatinya berdesir, mengeluh seolah tengah menahan beban yang berat. Matanya yang keperakan mencair dan hanyut dengan angin yang semilir mengelus lembut kulit sang gadis. Dalam hatinya ia berkata:
“ya tuhan, tiada pernah aku merasakan rasa yang sebegini dahsyatnya selain padamu. Tiada pernah aku merasakan karuniamu yang begitu memilukan. Bukan maksud hatiku menduakanmu, tapi dia memiliki setengah dari hatiku.”
Sambil terus berjalan, ia tenangkan hatinya dari kegalauan yang melanda.
“mengaku cinta.. apa aku jatuh cinta? Kepadanya? Ya. Tuhan, aku tak berdusta, aku mencintainya sampai aku menutup mataku dan aku berhenti bernafas..”
Sekarang hatinya semakin resah, angin tak lagi dapat menentramkannya. Semakin sesak rasa di dada, dan memenuhi hati serta otaknya. Hatinya terus menerus menjerit. Terus menerus berteriak keras-keras, dan dengan kerasnya menampar jiwanya. Menghancurkan ideologinya, meleburkan perasaannya dan mengoyak teorinya.
“Tuhan.. kau bilang cinta itu indah. Dan yang aku tau, bahwa cinta itu indah. Tapi mengapa? Apa teori dan fakta berbeda?”
Akhirnya ia berhenti berjalan. Ia memandang ke bawah tebing. Deburan ombak yang berisik seolah mengejek dirinya yang dirasa tidak tegas.
“ya, aku bodoh. Aku terlalu tolol untuk mengerti ini semua.. tau apa aku tentang ini? Hanya sekedar cerita.. toh rasa ini hanya akan membunuhku. Semakin sesak ditiap detiknya, dan sekarang tingkat rasa sesaknya mulai tinggi. Sulit untukku bernafas. Lalu apa?”
Ia berkali-kali menarik nafas panjang dan menghembuskannya. Diambilnya beberapa kerikil dingin, dan dilemparkannya kea rah ombak-ombak yang tengah menari-nari.
“cinta dan Leo. Apa bedanya? Apa hubungannya? Apa teorinya? Tuhan..”
Gadis itu mendengus kesal dan melempar kerikil terakhir keras-keras.
“Tuhan..”
Kemudian ia tertunduk, dan ia mulai merasakan air membasahi pipinya…
“Tuhan.. aku mencintainya..”
Gadis itu berlari di tepian tebing kemudian berhenti.. ia berjalan dan berhenti.. menyerah, kemudian ia duduk..
“apa dosaku? Mengapa ia mengambil hatiku? Kini aku mencintainya, lebih dari lautan, lebih dari benua.. bahkan lebih dari jagad raya yang kau cipta Tuhan!”
Bagaimana caranya agar ia percaya bahwa aku mencintainya?
Bagaimana caranya agar ia mengerti bahwa aku begitu menyayanginya?
Cinta ini luas dan besar memakan ruang di hatiku dan menusukku dengan perasaan.
Bahwa aku mencintaimu selamanya, bahwa aku merindukanmu selama-lamanya..
Bahwa hanya kamu yang aku mau dihidupku dan tiada seorangpun yang dapat menggantikan itu.
“Tuhan.. Aku mencintainya..”
Gadis itu tertunduk dengan sesak di dada dan rasa yang begitu hebat. Meluluh lantakkan segala yang ada dipikirannya. Menyeretnya kedalam alam sufisme. Kemudian keluar lagi. Gadis itu tersentak
“Res..” seorang lelaki memeluknya dari belakang dan kemudian tidak melepaskannya. Tidak pernah melepaskannya. Meski tebing itu runtuh, atau badai dating menyapa mereka. Karena lelaki itu memiliki perasaan yang jauh lebih besar dari gadis itu. Dan gadis itu tau, bahwa lelaki itu adalah orang yang paling ia inginkan untuk terus berada disampingnya. Untuk terus berada disisinya. Agar mereka mengerti apa arti dari ‘cinta’, agar mereka dapat merasakan, apa itu sakitnya cinta.. apa itu kelunya cinta. Saat hati yang mengerang dan membuat lubang luka yang besar dan terasa begitu sakit. Bahwa bahagia karena cinta dan cinta karena mereka.. selalu bersama...
ini note gue yang dulu. udah lama. udah jadul. banyak juga temen yang acung jempol sama note ini (gatau kenapa, hehe), tapi makasi banyak ya sayangkuu. gue pribadi juga suka sama note ini, gatau kenapa bawaannya hati ikut sesak, haha lebay. note ini ada seri nya sih, tapi beda-beda versi. makanya temen-temen bilang, kalau 'berseri pake kelanjutan dong!'. maaf kawan, haha karya terbaik, cuma untuk penulisnya sama yang ditujukan saja. well, what do you think about this note? comment! itu membantu sekali. walau sebenernya, gue ga terlalu suka sastra. tapi gue pengen dapet motivator, pengen dapet kritikan yang membangun. with love, sekar
